Tumbuhan hutan yang hijau semarak kian gersang
Langkah kuda liar yang menjadi kebanggaan kian lama kian terbata
Bola mentari yang menghangatkan seantero bumi semakin tertutup mendung kabut awan
Waktu berlalu begitu saja tanpa tercatat dan terbilang
Larva bergetar mengoyak bahtra dan meninggalkan kejayaannya
Gemuruh air terjun diperbukitan hingga kesungai, kelaut menjadi goresan
Sambaran kilat yang mengerikan menjadi bayangan kebahagiaan masa depan
Seruan mimbar yang membahana menjadi pedoman perjalanan panjang
Suara halilintar yang menggelegar menjadi bisikan kebahagiaan
Itulah engkau, pembimbing arah yang tak terbalaskan
Itulah engkau, yang menjadi anutan dalam kehidupan
Itulah engkau, pahlawan kemerdekaan berpikir kedepan yang tak terniliaikan
Senyum sekalipun kulempari engkau dengan ucapan yang tak sopan
Hening sekalipun kubuat meja kursi menjadi genderang perang
Tabah sekalipun ku leluconkan suara dan gaya keseharian
Dari tetesan iman kuucapkan penyesalan
Dari lubuk hati yang paling dalam kumohon ketulusan, keikhlasan, dan keridhoan
Mohon balasan, limpahan rezeki, sekalian hidayah
Mohon rahmat...untukmu, guruku, gurumu, dan guru kita semua.......





0 komentar:
Posting Komentar